Foto Montok ABG

Cerita dewasa | foto bugil | toket STW | memek ABG






Ngentot Dengan Atasan

Ngentot Dengan AtasanSebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi
baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 08
Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23
tahun dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan
swasta yang sedang berkembang.
Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku baru2
ini berhubungan dengan pria yang sudah beristri
dan lebih gilanya lagi dia adalah salah satu
atasanku di kantor. Dan parahnya aku ini masih
bisa dibilang anak yang masih dipingit oleh orang
tuaku, dan semuanya selalu mengatakan bahwa
aku anak yang masih lugu dan polos padahal
tidak ada satupun yang menyangka kalau anak
seperti aku kadang bisa berbuat nakal atau gila.
Cerita ini bermula ketika aku putus dari pacarku.
Padahal dia sudah berjanji setia bakal menikahiku,
ternyata dia malah mengingkari janjinya dengan
alasan yang menyebalkan yaitu ‘Bosan’
Padahal sudah banyak yang kami lakukan.
hubungan kami dimulai dari sex, petting, HJ, BJ,
dan Oral. Sedangkan Sex dia hanya
melakukannya melalui dubur, kami belum pernah
melakukannya di vagina. Mungkin karena takut
hamil dan lain sebagainya.
Meskipun begitu aku tetap saja merasa bahwa
aku sudah tidak suci lagi meskipun vaginaku
belum pernah dimasukkan oleh barang laki2.
Dan terus terang aku merasa sangat kecewa dan
sedih akan perlakuan pacarku itu. Dan ketika aku
sedang patah hati itu, moment itu malah
dimanfaatkan oleh atasanku sebut saja namanya
Riki yang dari dulu memang suka menggodaku di
kantor dan aku merasa risih terlebih karena
statusnya suami orang. tapi ternyata baru aku
tahu kalau aku tidak sebaik yang aku pikir.
AKu yang dulu sangat dingin, akhirnya mulai
mencair juga. Memang tidak ada yang paling
mudah menggoda perempuan selain perempuan
yang baru patah hati. Hal itu aku rasakan ketika
pas pameran aku sudah mau diantar pulang
olehnya, dan mw makan bareng ma dia. Hingga
suatu hari aku dan rekan sekantorku yang cewek
dan dia nonton bareng di bioskop. Di tengah2 film
dia memegang tanganku aku diamkan saja, dan
dia semakin yakin.
Hari berikutnya aku diajak makan malam di
wisma BNI 46, sekalian makan malam yang
diadakan oleh salah satu partner, selama
perjalanan dia sudah berani memelukku,
menyentuhku dan mencium pipiku.Keesokannya
lagi sehabis pulang kantor kami pulang bareng,
dan dia mulai berani mencium bibirku, dan kami
bercumbu dengan panas dan tangannya sudah
mulai meremas2 dadaku. AKu membiarkannya
saja karna aku tahu aku memang menginkannya
apalagi pas saat aku sedang patah hati dari
pacarku yang brengsek itu.
Aku tahu hal ini akan terus berlanjut dan betul
keesokan harinya ketika kantor lagi sepi kami
mulai bercumbu dengan panas, lalu biasanya aku
naik duluan ke atas dan setelah itu berikutnya dia
menyusul lalu bekerja seperti biasanya.
Aku tahu kadang aku merasa aku sangat nakal,
aku sengaja turun ke bawah dan dia pun
mengerti tidak lama kemudian pun dia turun ke
bawah dan di depan WC kami bercumbu lagi,
tangan kanannya yang tersemat cincin
pernikahan itu menyentuh tubuhku, memelukku
seakan tanpa merasa berdosa. Dia menyentuh
kedua dadaku, dan juga vaginaku. Hingga yang
membuatku tak percaya dia berani menarik
bajuku hingga ia bisa mengisap puting dadaku.
AKu sangat menikmatinya, aku tahu aku sangat
gila… dan aku tidak bisa menghentikannya,
sampai saat ini pun aku masih mengingat betapa
atasanku ini sangat pandai dalam hal ini.
Aku tahu kalau sebagai selingkuhannya aku harus
menjalani hubungan rahasia. terlebih di kantor,
hanya sahabatku Desi sepertinya sudah tahu akan
hal ini, apalagi pas aku dan Desi menginap di
salah satu hotel karena dekat dengan tempat
pameran… atasanku datang dan seperti biasa
kami ngobrol2, ketika desy sedang mandi ke
kamar mandi, kami pun bercumbu dia mencium
seluruh tubuhku dan hanya sebentar besoknya
pun terjadi lagi, kami bercumbu di atas tempat
tidur . Sepertinya Desy sudah mengetahui
perselingkuhan ku ini tapi dia hanya pura2 tutup
mata.
Ketika itu di hotel, pas Desy juga sedang mandi di
kamar mandi, aku dan dia bercumbu lagi seperti
biasa dan sayangnya memang kami tidak sampai
sex.
hari berikutnya pun bergulir, atasanku pun resign
sebelum dia resign kami pun pergi berdua.
tentunya ini jam pulang kantor kami pun bebas.
Di perjalanan tol, sambil menyupir dia mencium
bibirku dengan panas sambil berusaha melepas
bajuku, ya aku setengah telanjang, CD dan celana
panjangku lepas hanya bajuku saja yang
keangkat ke atas. akhirnya dia mengeluarkan
barangnya dan menyuruhku untuk
menghisapnya. aku agak merasa risih dan malu,
sebenarnya aku dah pernah melakukannya
dengan pacarku. akhirnya aku mau juga dan
inilah yang aku takutkan aku sangat
menikmatinya, mengulum barang pak RIki
dengan sangat nikmat dan sengaja aku masukkan
sangat dalam dan menjilat ujung kontolnya dan
itu terjadi beberapa kali. Ketika masuk ke tol ke
pondok kelapa, entah kenapa tiba2 saja aku
menyerangnya, aku naik ke pangkuannya dan
menciumnya dengan panas sampai dia berhenti
di pinggiran jalan tol jari tengah kanannya pun
memasukkan ke vaginaku dan entah sejak kapan
tangan ku pun meremas barangnya yang besar
itu. hingga dia memaksaku untuk sex dengannya
tapi aku tetap tidak mau karena aku tidak mau
hamil. akhirnya dia menyerah juga hingga kami
mencari apotik yang buka tapi tidak ada. Yah
mungkin emang bukan rejeki dia untuk dapetin
perawan ku hehe =p
hingga aku pun sampai di rumah tentunya aku
kena marah habis2an karena pulang malam,
seandainya ortuku tahu kalau aku tadi aku main
gila dengan pria sudah beristri mungkin mereka
bakal membunuhku.
Hingga sampai hari ini, aku tetap menantikannya
dan menunggunya di kantor, tapi dia belum jg
datang, dia ad sms klw dia bakal datang ke
kantor, karena pekerjaannya belum semua selesai
dan dia harus menyelesaikannya sebelum dia
resign.
aku sangat sepi dan menantikannya terlebih ketika
dia menyentuhku. Pak Riki, tolong jangan biarkan
aku seperti ini, aku ingin disentuh lagi oleh bapak..
aku ingin selalu bersama dan aku sangat
mencintai bapak apalagi ketika aku tahu kalau
bapak resign karena aku, sepertinya sudah ada
yang curiga selain Desy yang mengetahui
perselingkuhan kami dan mungkin atasan kami
berdua pun sudah tahu hal itu.
aku tidak tahu apakah dia bisa mencuri
keperawananku? Yah kita lihat saja nanti…… I dont
think so.. hehe.. rahatX ? d ?2 ??’ angan dipaksakan nanti malah tambah
parah penyakit mu”.
“Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok”.
Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Mila,
aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Mila berkata,
“Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen
Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya
beginilah Ibu mertuamu hamil”.
Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir
rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-
sungguh mendapatkan malu yang luar biasa.
“Dari mana Ibu tahu?” tanyaku dengan suara
yang terbata bata.
“Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang
lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok
online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja
ke line kamu. Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu
sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup
telepon rasanya kok lancang dengerin
pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik
begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan
Ibu mertuamu sendiri”.Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Mila adalah
atasanku, selain itu Ibu Mila adalah saudara
sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku
bekerja, bisa bisa malah aku dipecat. Aku hanya
diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah
“Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman
ditangan Ibu”
“Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil
menundukkan mukaku
“Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu
ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan
dengan kamu, OK”.
“Tentang apa Bu?” tanyaku.”Ibu mau mendengar semua cerita tentang
hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan
menolak” pintanya tegas.
Akupun keluar dari ruangan Ibu Mila dengan
perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan
Ibu Mila yang dengan lancang mendengarkan
pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa
malu karena hubungan gelapku dengan Ibu
mertuaku diketahui oleh orang lain.
“Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis
dimarahin sama si gendut ya”, Tanya Wilman
sohibku.”Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja”.
“Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu”.
“Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Mila
denger mati kamu”.
Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam
pekerjaanku Aku hanya melamun dan
memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau
harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas
sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya aku
ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu
mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku
melarangku. Apalagi nanti sore aku harus pergi
dengan Ibu Mila, dan aku harus menceritakan
kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu
mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini
Aku berharap agar jam tidak usah bergerak,
namun detik demi detik terus berlalu dengan
cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya
aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus
mencerikan semua yang terjadi antara aku
dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.”Kring.. “, kuangkat telepon di meja kerjaku.
“Gimana? Sudah siap”, Tanya Ibu Mila.
“Ya Bu saya siap”.
“Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM
BNI pemuda”.
Ternyata Ibu Mila tidak ingin kepergiannya
denganku diketahui karyawan lain. Dengan
menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar
sampai atm bni, dengan alasan aku mau
mengambil uang, dan akan pergi ketempat
familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi
menunggu dan mengantarkanku pulang seperti
biasanya.Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu
Mila, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang
juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil
Mercedes hitam milik Ibu Mila masuk ke halaman
dan parkir. Ibu Mila pun turun dari mobil dan
berjalan kearah ATM.
“Hi.. Pento ngapain kamu disini?”, sapa Ibu Mila.
Aku jadi bingung, namun Ibu Mila mengedipkan
matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mila, agar
kami bersandiwara karena ada beberapa orang
yang sedang antri mengambil uang.
“Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok
belum datang juga”, sahutku.
Ibu Milapun bergabung antri di depan ATM.
“Gimana, temenmu belum datang juga?” Saat Ibu
Mila keluar dari ruang ATM.
“Belum Bu”.
“Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan
searah”.
Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Mila, aku
duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mila
sementara Ibu Mila sendiri duduk dibangku
belakang.”Ayo, Pak Bari kita pulang”
“Iya Nya.. “, sahut Pak bari
“Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal
tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman
temanmu kamu udah pulang”.
Uh.. batinku Ibu Mila mulai bersandiwara lagi.
“Memangnya ada apa Ibu mencari saya?”.
“Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang
baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada
beberapa kekurangan yang harus ditambahkan.
Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu
selesaikan sebentar di rumah Ibu OK”.
Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar
kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau
aku sudah sampai dirumah Ibu Mila.”Ayo masuk”, ajak Ibu mia.
Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah
bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan
Ibu Mila pun masuk kerumahnya semakin
kedalam aku semakin bertambah kagum melihat
isi rumah Ibu Mila yang begitu antik dan mewah.
“Selamat sore Nya”,
“Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku
dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus
diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke
kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana”.
“Baik Nya”.
Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem
pembantu di rumah Ibu Mila.
“Silakan Den, ini kamarnya”.
Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh
Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah
sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di
dalam kamar.”Kring.., kring.. “, kuangkat telepon yang
menempel di dinding.
“Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini
anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan
pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak
kusut”.
“Oh.. iya Bu terimakasih”.
Langsung aku menuju kamar mandi,
membersihkan seluruh tubuhku denga air
hangat, setelah selesai akupun membuka lemari
pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju
dan celana pendek yang pas denganku.Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mila
belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang
datang mengantarkan makan malam untukku.
Saat aku sedang asyik menikmati makan
malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat
ternyata Ibu Mila yang masuk, aku benar benar
terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu
Mila tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu
Mila datang menghampiri dan ikut duduk di sofa.
Sambil terus melahap makananku aku
memandangi tubuh Ibu Mila, walaupun gendut
tapi Ibu Mila tetap cantik.Setelah beberapa saat aku menghabiskan
makananku Ibu Mila berkata kepadaku, “Sekarang,
kamu harus menceritakan semua peristiwa yang
kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau
dengar semuanya, dan lepas semua pakaian
yang kamu kenakan”.
“Tapi Bu”, protesku.
“Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa
suaminya ada affair dengan ibunya bahkan
sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang
mengandung anakmu”.
Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi,
kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga
celana pendek berikut CD ku, aku telanjang bulat
sudah. Karena malu kututup kontolku dengan
kedua tanganku.”Sial!”, makiku dalam hati, aku benar benar
dilecehkan oleh Ibu Mila saat itu.
“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar
kontolmu”, bentak Ibu Mila.
“Mm.., lumayan juga kontolmu”.
Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Mila
tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya
standar Indonesia.
“Nah, sekarang ceritakan semuanya”.
Dengan perasaan malu, akupun menceritakan
semua kejadian yang aku alami bersama Ibu
Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun
dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara
detail apa yang aku alami. Kulihat Ibu Mila
mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali
Ibu Mila menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Mila
bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian
yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana
menyaksikan tubuh gendut orang paling
berpengaruh dikantorku, sekarang sudah
telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak
lemak disana sini namun pancaran kemulusan
tubuh Ibu Mila membuat jakunku turun naik.”Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu”,
bentaknya lagi.
“Baik Bu”, akupun melanjutkan ceritaku kembali,
namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan
ceritaku, apalagi saat Ibu Mila menghampiri dan
membuka kakiku kemudian mengelus elus dan
mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak
fokus lagi pada ceritaku.
“Ahh.. “, jeritku tertahan saat mulut Ibu Mila mulai
mengulum kontolku.
“Ahh.. Bu.., nikmat sekali”.
Kuangkat kepala Ibu Mila, kamipun berciuman
dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut Cerita Dewasa Lainya, Dapat Anda Lihat & Baca Hanya Di :
”Bu.. kita pindah keranjang saja”, pintaku,
Sambil terus berpelukan dan berciuman kami
berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan
tubuh Ibu Mila, ku lumat kembali bibirnya, kami
berdua bergulingan diatas pembaringan, saling
merangsang birahi kami.
“Ahh.. “, Jerit Ibu Mila saat mulutku mulai
mencium dan menjilati teteknya.
“Uhh Pento.. enak.. sayang”.
Ketelusuri tubuh Ibu Mila dan jilatan lidahkupun
menuju memek Ibu Mila yang licin tanpa sehelai
rambutpun. Kuhisap memek Ibu Mila dan kujilati
seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir
sekali Mungkin karena Ibu Mila sudah sangat
terangsang mendengar ceritaku.”Ahh”, jerit Ibu Mila saat dua jariku masuk ke
lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi
meremas-remas teteknya.
Aku berharap agar orang yang telah
melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya,
aku makin beringas lidahku terus menjilati
memek Ibu Mila yang sedang dikocok kocok dua
jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mila
memohon agar aku segera memasukan kontolku
le lubang memeknya, tapi aku tidak
mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan
jari tanganku dilubang memek Ibu Mila, tubuh Ibu
Milapun makin menegang.”Aaarrgghh.. Pento”, jerit Ibu Mila tubuhnya
melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai
orgasme melanda dirinya,
Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mila, seperti
orang yang kehabisan napas, matanya terpejam,
kubiarkan Ibu Mila menikmati sisa sisa
orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mila kujilati
teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam
memek nya yang sudah sangat basah.
“Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu”,
pintanya.Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik
tubuh telentangnya, tubuh Ibu Mila tengkurap
kini.
“Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali”.
Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Mila pasrah
dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam.
Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu
Mila. Kutekan dengan keras dan.. Bless masuk
semua batang kontolku tertelan lubang nikmat
memek Ibu Mila.
“Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat”.
Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke
lubang memek Ibu Mila, orang yang paling di
takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk
lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah
desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku
puas sekali, kupompa dengan cepat keluar
masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mila,
bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu
Mila dengan tubuhku menambah nikmat
persetubuhkanku.
“Uhh.. “, jeritku saat kontolku mulai berdenyut
denyut.Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan
bobolnya benteng pertahananku. Kupompa
dengan cepat kontolku, Ibu Milapun makin
belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan
kekanan.
“Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. “.
Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk
kedalam Memek dan rahim Ibu Mila, beberapa
detik kemudian Ibu Mila pun menyusul
mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan
yang keras sekali, Ibu Mila tidak peduli apakah
Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar
sana.
Ibu Mila rebah tengkurap, akupan rebah di
belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut
Ibu Mila. Nikmat sekali.., Orgasme yang baru saja
kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mila sudah lelap
tertidur, dari celah belahan memek Ibu Mila, air
manyku masih mengalir, aku benar benar puas
karena orang yang telah melecehkanku sudah
kubuat KO. Kuciumi kembali tubuh Ibu Mila,
kontolkupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu
Mila agar telentang, kuangkat dan kukangkangi
kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang
memek Ibu Mila.”Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang”, Lirih sekali
suara Ibu Mila.
Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan
kontolku ke lubang nikmat Ibu Mila, Bless.. Licin
sekali, kupompa keluar masuk kontolku, tubuh
Ibu Mila terguncang guncang akibat kerasnya
sodokan keluar masuk kontolku, rasanya saat itu
aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa
perlawanan Ibu Mila hanya memejamkan
matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar
masuknya kontolku di lubang memek Ibu Mila..,
dan langsung ku cabut kontolku dan
kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mila.Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh
telanjang Ibu Mila, sambil kupeluk tubuhnya, saat
aku terbangun kulihat jarum jam sudah
menunjukan pukul setengah sebelas malam,
buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku
dan mengenakan pakaian kerjaku.
“Bu.. Bu.. Mila bangun Bu.. “.
Akhirnya dengan malas Ibu Mila membuka
matanya.
“Sudah malam Bu saya mau pulang”.
“Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti
tidak bertulang lagi”.
Ibu Milapun bangkit mengenakan pakaiannya,
kami berdua berjalan keluar kamar.
“Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Mila
masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu
Mila keluar dari kamarnya dengan senyumnya
yang menawan.”Ini untuk kamu”.
“Apa ini Bu?”, Tanyaku, saat Ibu Mila
menyodorkan sebuah amplop kepadaku.
Aku menolak pemberian Ibu Mila, namun Ibu Mila
terus memaksaku untuk menerimanya.
Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu
Mila lalu kembali kami berciuman dengan
mesranya.
Dalam perjalanan pulang aku masih tidak
menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh
dengan Ibu Mila. Entah nasib baik ataukah nasib
buruk tapi aku benar benar menikmatinya.

Pencarian terkait:

bu hajjah ngewek,cerita aku memperkosa penumpangku,cerita dewasa ibu ibu hamil kelojotan di obok obok kontol gede,cerita memperkosa atasanku,ceritaku dengan sd dewasa,cerpen lucah pameran,making love ceritaku,ngesxnya ariel,pameran puki2
Foto Montok ABG © 2015 Frontier Theme